Wednesday, August 31, 2016

Dia lesbian?

Entah darimana munculnya ide untuk menulis tentang ini. Rasanya aneh. Baiklah, mungkin belum banyak orang yang bisa menerima bahwa dia hidup berdampingan dengan kaum LGBT, tapi ketahuilah bahwa mereka juga makhluk sosial, kita juga.

Pertanyaannya sekarang seperti ini, bagaimana jika teman atau sahabat yang dekat, bahkan sangat dekat dengan kita seorang yang memiliki orientasi seksual yang berbeda? Bukan heteroseksual. Apa kita mampu menerimanya seperti sebelum mengetahui dia yang sebenarnya? Bagi yang homophobic mungkin akan langsung bersikap menjauh dan tidak segan menunjukkan sikap jijik kepada dia. Ah, akan sulit membuat mereka yang homophobic bersikap terbuka.

Terus, bagaimana dengan sikap kita? 

Sebagai kaum hetero, saran penulis, jangan jauhi, jangan tinggalkan. Bukan berarti kalian harus mendukung. Tetap jadi tempat mereka yang selama ini mampu memberikan kenyamanan.

Saturday, June 4, 2016

Surat untuk kita?

Haii. Salam sejahtera. Semoga berbahagia.

Sebelumnya, semoga kalian yang membaca surat ini berada dalam keadaan hati yang damai dan tentram.

Rasanya sepi seperti hari-hari yang lalu, tidak ada tawa, tidak ada cerita. Semuanya menghilang bersamaan langkah kita beranjak dari gerbang itu. Gerbang yang melebarkan rangkulannya kepada kita, dengan senyum yang hanya mampu diliat awan ia sematkan.

Kita bersama pernah mengukir kisah, ada komedi, drama, action dan apa yah? 18+? Sepertinya tidak. Ada tangis diantara tawa berderai. Ada air mata terselip diantara senyum kita, tapi bukankah itu semua pelengkap kebersamaan? Begitu banyak momen-momen indah yang terjadi di hidup kita, dan bagiku salah satunya adalah berada dan terlibat dalam kisah hidup kalian. Sungguh suatu kehormatan bukan? Yang secara DNA kita bukan siapa-siapa antara satu sama lain.

Seharusnya aku tidak mempermasalahkan keadaan yang seperti ini, karena kita punya tujuan dan jalan hidup masing-masing. Tapi izinkan aku untuk replay lagi tentang kita di memori otakku. Kita pernah bersama, itu satu fakta bukan? Oke, kalaupun ada yang menganggapnya sebagai suatu skenario yang harus dijalani, aku harap itu akan menghasilkan ending yang bahagia.

Begitu banyak pertanyaan-pertanyaan tentang kita di dalam otakku, tiba-tiba saja, otakku seperti otak milik Aan Mansyur, kantor paling sibuk di dunia. Mengapa kita harus dalam situasi seperti ini? Kesalahan apa yang telah aku perbuat sehingga kita layaknya seperti orang asing? Bagaimana bisa kita terjebak di keadaan yang begitu canggung bahkan sekedar menanyakan kabar seolah menunggu berita kelulusan, lama dan mampu membuat jantung lari maraton?Kenapa harus ini, harus itu, bla bla blaaaa.

Aku tau, sebelum kita semua menjadi satu, kita membawa partner masing-masing, mungkin ada yang tidak. Hal ini yang selalu menjadi tamparan buat ku sadar bahwa hak privasi orang lain selalu di atas kita. Bukankah itu hukum alam? Mungkin kalian ingat -atau hanya aku- bahwa kita akan selalu memberi kabar, tidak akan pernah berubah, dan akan selalu mendukung satu sama lain -mungkin ini salah satu caranya- namun sayang, pengaplikasiannya semakin hari semakin pudar, tersamar dan blash menghilang.

Sulit, sangat sulit, menyatukan jadwal kita, hanya untuk bercengkrama lagi, segelas jus berdua, ahh terlalu tinggi, mungkin gorengan 5 ribu bertujuh? Rindu yah? Sangat, hal yang tidak perlu disangsikan lagi. Aku sadar, untuk berada di posisi sekarang bagi kalian tidak mudah, dengan keadaan yang berpencar, menemui orang dan lingkungan baru, dengan kondisi latar belakang yang jauh lebih baik dari yang pernah ada -mungkin-  dan harus terbiasa akan rutinitas yang beda.

Aku sadar dan selalu tau, ada jarak terbentang antara kita, ada dinding kokoh tak kasat mata membentengi, sudah aku berusaha mengikisnya. Tapi bukankah percuma kalau cuma satu pihak yang berjuang? Layaknya cinta bukan? Ah, ini memang cinta.

Oke, maafkan aku yang bercoleteh terlalu panjang dengan dongeng indah -menurutku- tentang kita. Bagaimana pun juga, inti dari semua ini, aku harapkan kalian semua bahagia dengan jalan yang dipilih, menikmati kisah yang baru dengan dunia yang baru, dan tetap tertawa.

Aku akan selalu disini, dengan keadaan sama seperti awal kita berkenalan dan berbicara panjang lebar, karena bagaimanapun juga, aku termask orang yang tertolol didunia, tidak mampu menerima perubahan.

Untuk segala kekuranganku, mohon maaf.

Jakarta. 04 Juni 2016
10.40 WIB



Wednesday, April 20, 2016

Selamat Hari Kartini!

Ya! Berbahagialah perempuan-perempuan Indonesia.
Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggp lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya. - R. A. Kartini 
Kutipan ini mengajarkan kita bahwa kita, sebagai perempuan yang berintelektual, pasti akan menjadi gadis yang modern. Dalam artian, tidak lagi terkungkung dengan peraturan-peraturan kuno.

Emansipisi wanita di Indonesia dimulai oleh ibu kita, Kartini. Perjuangannya untuk menuntut penyetaraan hak yang sama bagi perempuan kala itu patut diacungi jempol. Bagaimana tidak? Diantara tradisi yang mengharuskan perempuan untuk dipingit, dalam artian tidak mendapatkan beberapa kebebasan, beliau terus menyuarakan suara perempuan pribumi.

Sebagai perempuan Indonesia, menjadi pribadi yang berpendidikan itu suatu keharusan. Bukan untuk mendapatkan posisi kerja yang enak ataupun gaji yang tinggi. Namun, dengan pendidikan, kelas seorang perempuan dapat terlihat, dari tuturnya, wawasannya, maupun sikapnya.
Selain itu, bkankah generasi yang cerdas lahir dari rahim yang cerdas juga?
Perempuan, wanita, atau gadis, tetap menjadi makhluk tuhan yang istimewa, sangat malah. Fisiknya mungkin lemah, tapi hatinya kuat. Kuat terhadap pemberi-pemberi harapan palsu, kuat menerima kekurangan pasangannya, dan kuat bertahan (susah move on). Eaa.

Tidak, tidak. Sejatinya, perempuan Indonesia itu spesial. Bayangkan saja, mereka mampu menjalankan fungsi buruh bangunan, tukang kebun, tukang tambal ban, dan lain-lain. Alasannya, ingin membantu perekonomian keluarga. Mulia sekali bukan.

Oke, kembali ke pendidikan, RA Kartini selalu memiliki harapan bahwa perempuan pribumi bisa maju, cerdas dan terdidik. Namun miris jika diliat kenyataan saat ini, ada yang dengan entengnya menghina Pancasila, mennyalahgunakan jabatan bahkan mengesampingkan pentingnya pendidikan itu sendiri.

Sedangkan Kartini selalu mau feminisme dan nasionalisme dalam wanita cerdas.


Monday, April 4, 2016

Hey (3)

Hey! Hey! Hey!
Hari ini indah yah.
Ada kamu.
Disini, di samping aku.

Benar kata orang, bersabar selalu berbuah manis. Kamu dengan senyum manismu memperkenalkan nama sambil menjabat tanganku lama, LAMA! Kakiku serasa tidak menyatu lagi di tanah, terbang membumbung ke awan. Dan rasanya melihat senyummu tanpa jarak itu seperti oase. Ah! Serasa lebih hidup.

Oke, ini sedikit berlebihan, tapi kurasa mungkin ini selebrasi kemenanganku atas sikap menahan diri untuk tidak menyosor mu tanpa malu. Yah, kamu menyuruhku untuk mengingat NIM mu, tanpa kamu minta pun aku sudah memikirkannya. Dan kamu mengulangnya berulangkali berharap aku menghapalnya. Mungkin.

Aku rasa persepsi orang lain mengenaimu salah besar. Banyak diantara mereka mengatakan bahwa kamu sombong ataupun jutek. Oh iya, aku sudah mengetahui namamu jauh sebelum kamu memberitahuku langsung. Untuk hal ini, aku bersyukur diberi kenalan yang tersebar di setiap sudut kampus. Hehehehe.

Entah atas alasan apa, kamu banyak tersenyum bahkan tertawa keras ketika bersamaku tadi, untunglah kamu berdiskusi dengan teman kenalanku sehingga aku bisa beralasan untuk ikut bergabung dengan kalian dan berusaha memahami materi yang sangat bertolak belakang dengan isi mata kuliahku. Dan nilai lebihnya, kamu disampingku, tanpa jarak. Bonus di hari Senin.

Kamu tampaknya sangat bahagia, dan aku jauh lebih bahagia. Banyak hal yang membuatku senang, terutama kehadiranmu. Mungkin yang lebih melengkapi kesenanganku hari ini adalah, kamu dengan sukarela menawarkan kontakmu, tanpa berpikir, aku langsung mengiyakannya. Dan kita terlibat percakapan yang sangat ringkas. Tidak heran, bukankah kamu orangnya seperti itu? Semuanya hanya persoalan waktu.

Satu hal lagi, kamu memakai kaos hitam, hari ini.

Friday, March 11, 2016

Hey (2)

Hey. Aku rindu.
Bagaimana kabarmu hari ini? Tetap tersenyum bukan? Ah. Sayang sekali, aku tidak bisa menjadi salah satu penikmat senyummu.
Jadi, aku harus berbicara apa? Sepertinya tentangmu tidak akan ada habisnya. Boleh aku bercerita sedikit?

Hari ini begitu membosankan. Aku tidak menangkap bayanganmu di setiap sudut kampus kita. Meja kantin tempatmu biasa makan dengan temanmu, terisi oleh segerombolan mahasiswa-mahasiswa gondrong, dan itu bukan kamu. Danau kampus tempat tongkronganmu juga sepi, hanya 1-2 mahasiswi yang duduk disekitar situ. Aku bingung harus mencari dimana, hanya 2 tempat itu aku pernah melihatmu. Mungkin hari ini kamu tidak memiliki jadwal kuliah.

Kau tau, aku tidak pernah berhenti tersenyum mengingatmu. Bahkan setiap gerakan kecil yang pernah kau lakukan masih terekam jelas di setiap sudut memori otakku. Perlahan, kau menempati sisi yang kosong di kehidupanku. Terima kasih.

Hey!
Menurutmu, apakah mungkin akan ada pertemuan ketiga kita? Atau dua kesempatan yang pernah ada itu sudah cukup? Hahahaha, aku merasa gila. Otakku serasa lumpuh. Tapi aku suka.

Dan kamu,
Makhluk tuhan yang selalu memakai kaos hitam, yang ekspresi wajahnya selalu datar.
Tetap bahagia yah.

Thursday, March 10, 2016

Hey!

Hey kamu, pemilik mata indah yang belum sempat ku selami. Bagaimana ku harus memanggilmu, kita belum sempat berbincang walau sekedar memperkenalkan diri. Bukan waktu yang tidak memihak,hanya saja aku belum memiliki keberanian untuk mengambil start duluan.

Hey. Mari duduk bersamaku. Aku dengan kopi hitamku, dan kau dengan es teh manismu. Aku tidak habis pikir, bagaimana kau bisa terhindar dari penyakit diabetes dengan kadar gula yang tinggi di dirimu? Terlihat begitu manis, dan selalu.

Hey. Aku punya sesuatu. Kau tau apa?
Aku yakin kau juga miliki itu, tapi mungkin ini akan melengkapimu. Setidaknya, sebuah lekungan indah akan hadir disana, wajah yang buatku selalu jatuh, terjatuh lagi, dan terus jatuhkan cinta setiap detiknya.

Datanglah!
Aku ingin kau yang menjemputnya. Disini. Di tempat ini. Tempat yang akan menjadi tempat favoritmu.

Tuesday, November 24, 2015

Cewek Ngerokok, Tattoan ?

Hey hey hey.. Ketemu lagi yah kita. Maaf jarang update. Tugas bejibun banget, dosen kadang lupa diri kalau mahasiswanya itu manusia. *curcol*

Oke, jadi hari ini kita bahas apa? Isu apa yang menarik? Kira-kira topik apa yang bagus? Abaikan semua pertanyaan saya. Hari ini kita bahas tentang.... *jreng jreng jreng (bunyi terompet sana sini)
Cewek tattoan, ngerokok, gaya hidup bebas. Yeyyy!


Jadi, apa pendapat kalian liat foto di atas? Cantik tapi ngerokok, cewek nakal, cewek gak jelas, gak ada duit beli buku gambar, atau kasian? Kalau saya sih liatnya, KEREN! Kenapa? Aneh yah? Gak loh, jadi menurut saya, cewek kayak gini ni yang nampilin dirinya yang sebenarnya. Gak munafik dengan berkedok wajah malaikat dan perbuatan baik untuk menarik simpati orang lain. Siapa bilang cewek kayak gini nakal, jahat, bengal, sadis, afgan. *heh.  Malahan banyak dari mereka yang lebih aware sama lingkungannya, mau itu keluarga, teman, sahabat, sepupuan, ataupun musuh karena kehadiran mereka ini selalu menjadi point of view masyarakat umum, jadi mereka ‘ngeh’ dong kalau lagi diomongin atau diliatin.

Dan nilai tambahan buat mereka yaitu, mereka BEBAS! Bebas jadi diri sendiri, gak terbelenggu dengan aturan-aturan yang berlaku walaupun mereka terkadang berprinsip Break the Rules. Hidup mereka tuh kayaknya enjoy banget, gak monoton kayak umumnya dan gak gampang BAPER secara kan mereka udah banyak mengalami pahit manis kehidupan apalagi digunjing sama mereka yang menolak hal kayak gini. Kalau di kota besar kayak Jakarta mungkin hal yang lumrah yah, coba kalau di kampung saya, udah dicap aneh-aneh deh. Yah, sometimes many people judge someone from the cover. Padahal sampul yang bagus tidak menjamin isinya juga bagus, begitupun sebaliknya.

Ada yang bilang, cewek tuh kodratnya gini, cewek tuh harusnya gitu, gak boleh gini, gak boleh gitu. Lah, emang sih. Cewek tuh berharga banget, bagaikan mutiara di dasar lautan. Tapi bukankah mutiara akan mengkilap kalau digosok-gosok. Yah, begitu juga cewek lainnya. Oke, saat ini mereka seperti itu, masa depan gak ada yang tau, siapa tau aja mereka nanti lelah jadi kayak foto di atas. Nah, disitu peran kita, ngasi jalan buat mereka dan yang pasti jangan tutup pintu buat berteman sama mereka. Mereka juga manusia loh, bagian dari kita. Punya hak untuk berteman, jangan batasi diri untuk berbaur sama mereka.

Bagi yang berprinsip bahwa teman yang baik akan bawa kita ke arah kebaikan, emang itu prinsip yang gak salah yah, tapi alangkah bagusnya juga kalau prinsipnya ditambah dengan, berteman itu dengan siapa aja, baik atau ngga, semua orang punya masa depan yang cerah dan semua orang berhak bahagia. Sekali lagi, BERHAK BAHAGIA. Termasuk kamu, iya kamu. *Apaansih*.

Jadi, masih berfikiran negatif ni sama mereka? Kalau iya, itu hak kalian yah mau gimana. Dan ini hak saya juga untuk menuangkan opini saya. Heheheee. Yang mau sharing, silahkan dikomen.

Terima Kasih.

F~

Friday, October 9, 2015

Rindu,Biarkan ia tetap ku pelihara.Menjadikannya alasan untuk tetap buatku menjaga cinta.Ini nyata,Hadirmu antara ada dan tiada.Aku tidak mengharapkan apa-apa.

Wednesday, July 8, 2015

Ya Rabb!

Ya Rabb!

Dengan segala kerendahan hati

Sayangi aku

Cintai aku

Bimbing aku sebagaimana mestinya


Ya Rabb!

Ridhoi langkahku

Permudahkan jalanku

Berikan kekuatan untuk tetap berdiri

Untuk bersujud padaMU dalam khusyuk


Ya Rabb!

Sadarkan hatiku

Lindungi kedua orang tuaku

Panjangkan umur mereka

Angkat penyakitnya

Biarkan mereka bahagia disisa waktunya


Ya Rabb!

Peluk saudara-saudaraku

Kasihi mereka

Rahmati mereka

Karena semesta tau

KAUlah maha segalanya.


Ya Rabb!

Tegarkan hatiku

Topang bebanku

Biarkan aku menjadi hambaMU yang tawadhu

 

Ya Rabb!

Kirimkan malaikat-malaikatMU

Jaga dia,

Lindungi setiap langkahnya

Rahmati dia

Biarkan dia tetap di bawah naunganMU

 

Ya Rabb!

Aku tidak tau siapa dia

Aku tidak tau rahsia-rahsiaMU tentang dia

Yang aku tau,

KAU adakan dia untukku

 

Ya Rabb!

Bimbing dia

Biarkan kami masing-masing memperbaiki diri

Hingga kelak semua dipermudahkan olehMU

Dia,

Yang entah siapa akan menuntunku menuju surgaMU.

 

 

 

Universitas Esa Unggul

09 Juli 2015


Wednesday, June 10, 2015

7 alasan mengapa seorang PR cocok buat jadi teman hidup

Pasti semua menginginkan pasangan hidup yang bisa dijadikan teman, saudara , musuh, pacar, soulmate,dan lain-lain.  Tak jarang, banyak yang menetapkan kriteria khusus untuk teman hidupnya nanti. Nah, jangan pernah lupa kalau anak PR itu cocok banget loh untuk dijadikan partner. Kenapa? Ini alasannya.

1. Not only Public Relation but also Family Relation.
    Hubungan baik dengan publik aja dia jaga, apalagi hubungan dengan keluarga kamu.

    Dalam dunia PR, hubungan baik dengan orang lain itu penting. Seorang PR yang baik pasti tau gimana cara buat jaga hubungan dengan keluarga kamu. Jangan heran kalau banyak mertua senang dengan menantu yang bekerja sebagai PR.

2. Good Looking
    Yakin deh, gak bakal malu bawa si dia buat ngumpul ataupun hangout bareng teman.

     Seorang PR selalu dituntut untuk menjaga penampilannya di hadapan publik. Tuntutan mereka akan jadi kebiasaan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya apalagi kalau tau bakal jalan bareng kamu. Gak malu-maluin.

3. Event Organizer
    Konsep yang sesuai keinginan.

    Pengalaman dalam buat suatu acara atau kegiatan yang besar dan sukses pasti sering dialami oleh pekerja PR. Apalagi buat konsep pernikahan kalian? Wow! Pasti Amazing! Kan PR seorang pemikir yang kreatif.

4. Link yang Luas
    PR itu punya lingkungan pergaulan yang sangat luas loh.


   Gak perlu nunggu buat pacaran dengan artis biar pernikahan kamu diliput, dengan PR juga sangat bisa. Lingkungan kerjanya yang memaksa buat bergaul dengan media, pejabat, artis, CEO-CEO dan orang hebat lainnya. Jadi guys, pesiapin diri kalian yah kalau nanti di acara kalian tamu undangan kalian itu orang yang sering lalu-lalang di layar kaca. Bisa aja Adam Levine juga ada loh. Hihihihi.

5. MissCom? Is Nothing
     Namanya juga dari komunikasi.

    Miss Komunikasi dalam hubungan kalian dijamin gak bakal jadi masalah deh, Gmana nggak? Komunikasi dengan orang lain aja dia jaga, apalagi sama kamu, Hihuiii.


6. Jagonya Merencanakan Sesuatu
    Yakin, gak nyesel.

     Merencanakan sesuatu untuk keuntungan perusahaan itu udah hal yang biasabanget buat pekerja PR. Apalagi kalau merencanakan buat hidup kalian berdua. Dijamin, bakalan jatuh cinta tiap harinya dengan 10001 rencananya yang tidak kamu duga.

7. Bukan hanya pembicara, tapi penulis juga lho.
    Keahlian lain yang dimiliki seorang PR.

    Kalau kamu beranggapan seorang PR hanya mahir bicara, kayaknya harus dipikir lagi deh. Karna seorang PR juga menulis rilis pers loh. Kalian pengen tiap pagi disuguhkan puisi cinta romantis? Maka, seorang PR layak kamu pertimbangkan jadi teman hidup. 

Jadi gmana? Masih berpikir buat raguin keahlian seorang PR? Gak mau bahagia lahir batin ni? Hihihihi,

Monday, May 4, 2015

Aku menanti disini, untukmu, untuk kita.

Seperti hujan, aku tidak pernah menyesal walau tahu rasanya jatuh berkali-kali. Sebut ini suatu kegilaan dalam mencintaimu, atau mungkin sikap obsesi. Sudahlah! Yang aku tahu, aku terus jatuh cinta denganmu, tanpa alasan, tanpa sebab, namun berakibat.


Punggungmu selalu membelakangiku, matamu tidak pernah menatap dalam melihatku, seperti angin lalu, menggugurkan dedaunan tanpa menoleh kembali. Aku masih disini, sedikitpun cintaku tidak berkurang. Rasaku masih bertahan seperti pertemuan awal kita. Sederhana, tapi tersisa jejak disana.

Kita berkisah tentang hidup, mendongeng tentang mimpi dan bercerita tentang filosofi. Fokusku tak teralihkan sedetikpun, bukan untuk memahami setiap baris kalimat yang keluar dari bibirmu, tapi mencermati garis-garis wajahmu yang selalu menjadi bayang dalam setiap tidurku.

Kaki kita melangkah dengan irama yang sama, tangan kita terayun bermelodi. Tawa kita pecahkan keheningan langit semesta yang diam mengiba menatapku. Cinta sesederhana itu kan? Cukup aku senang denganmu, bahagia bersamamu walau sejenak. Ironi memang, aku terjerat dalam pesona fantasi keindahan cinta yang pujangga agungkan.

Aku mematenkan hatiku milikmu walau ku tahu kau tidak mungkin akan menyambutnya bahkan membiarkannya jatuh terburai. Bagaimana mungkin kau memegang dua hati dalam waktu bersamaan? Tahukah kau, namamu tercantum dalam daftar mimpi-mimpi mega ku. Perasaanku tidak sebercanda lelucon para komedikan. Ini nyata, ini tulus, ini agung dan ini apa adanya.

Tiada kata, aku masih menunggumu di ujung jalan ini. Berkelanalah hingga jiwamu merasa puas. Berpetualanglah kepada merpati-merpati yang akan kau tawarkan cinta dan kebahgiaan. Aku? Masih di ujung jalan ini, namun ketika tatapanku melihat kau tersungkur dan jatuh, tanpa menghiraukan segalanya, aku akan berlari sekencang mungkin untuk menggapaimu. Kembali menjadi tempat pemberhentian sementaramu, dan masih melonggarkan hatiku mendengar pujaanmu terhadap merpati yang engkau singgahi.


Ini diluar logika. Tapi bukankah cinta menghandalkan perasaan? Bukankah hatiku yang memujamu? Bukankah kebahgiaanku di kamu? Persetan dengan kalimat-kalimat yang menyuruhku berhenti. Aku akan terus menarik kedua bibirmu untuk selalu tersenyum walau dunia akan menjatuhkanmu dengan sejuta caranya sendiri. 

Berbahagialah dengan merpatimu yang sekarang, sangkarmu ada disini. Tidak akan pernah terganti dengan yang lain. Aku sendiri tidak tahu kapan akhir waktuku, yang aku tau, cintaku tetap untukmu hingga ia melukiskan sendiri aurora di dinding langit sebagai bukti aku pernah mencintaimu dengan sangat.

Untukmu, aku terus memperjuangkan 'kita'.


Tuesday, April 28, 2015

7 Layar dalam Sakral "PINISI"

      Pinisi. Sekilas dalam benak kita akan muncul bayangan sebuah kapal megah dengan tujuh layar sebagai ciri khasnya. Mungkin masih banyak yang belum mengetahui apa itu Pinisi. Pinisi adalah kapal layar tradisional khas yang berasal dari desa Tanah Beru kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba. 

      Pinisi sebenarnya merupakan nama layar. Kapal ini umumnya memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar, yaitu tiga di ujung depan, dua di depan, dan dua di belakang; umumnya digunakan untuk pengangkutan barang antarpulau. Dua tiang layar utama tersebut berdasarkan 2 kalimat syahadat dan tujuah buah layar merupakan jumlah dari surah Al-Fatihah. Pinisi adalah sebuah kapal layar yang menggunakan jenis layar sekunar, dengan dua tiang dengan tujuh helai layar yang dan juga mempunyai makna bahwa nenek moyang bangsa Indonesia mampu mengharungi tujuh samudera besar di dunia.

 Kapal Pinisi dikembangkan menjadi sebuah wisata yang mewah, milik Aman Resort di Raja Ampat.

      Dalam bukunya yang berjudul Pinisi, Arif Saenong, budayawan Bulukumba, menjelaskan bahwa sejarah terbentuknya Pinisi begitu panjang. Pinisi bukanlah sebuah kapal yang memang sengaja dibentuk sedemikian rupa, melainkan berawal dari kejadian yang cukup tragis. 

      Sawerigading yakni seorang pemuda dari Kerajaan Luwu lah yang pertama kali menjadi pencetus kapal Pinisi. Nah ia berlayar menuju Tiongkok untuk meminang seorang gadis. Singkat cerita pada saat ia akan kembali ke kampung halamanya lagi kapal yang ditungganginya rusak akibat hantaman ombak. Kapal tersebut terpecah menjadi beberapa bagian dan Sawerigading yang kemudian terdampar di 3 desa yaitu desa Ara, Lemo-lemo dan Bira. Penduduk dari ketiga desa ini kemudian merakit kembali pecahan-pecahan kapal dan kemudian dinamakan Kapal Pinisi.

Ilustrasi gambar Sawerigading
 
     Orang Ara ahli dalam pembuatan limbung badan kapal karena bagian badan kapal tersebut terdampar di Ara. Orang Tana Lemo ahli dalam merajut dan merangkai layar karna bagian dari layar kapal Sawerigading ditemukan di daerah ini sedangkan orang Bira dikenal dengan pelaut ulung karena jasad Sawerigading terdampar di pesisir Bira.

      Filosofi Pinisi sangat sulit untuk kita selami, tapi tidak mustahil untuk kita pelajari. Pinisi tidak sama dengan kapal yang lain pada umumnya. Jika proses pembuatan kapal sekarang lebih modern sehingga proses pembuatannya semakin praktis, tidak dengan Pinisi. Pengrajin kapal atau yang sering disebut Panrita Lopi masih menggunakan peralatan tradisional dan seadanya bahkan tidak sedikitpun tersentuh dengan peralatan praktis yang lebih canggih.

      Mengapa demikian? Alasan mereka Simple, agar ciri khas dari Pinisi tersebut tetap tersentuh ke dalam jiwa para pelayarnya. Dengan tetap mempertahankan cara kerja mereka, mereka percaya Pinisi mampu mengarungi samudera dengan gagahnya.

 Panrita Lopi sedang membuat limbung kapal.

     Pembuatan Pinisi cukup unik, pemotongan kayu pertama dilakukan oleh Punggawa (ahli atau pawang perahu). Kemudian, papan kayu di pasang satu persatu membentuk kapal.

      Setelah setengah jadi, bingkai dipasang sesuai dengan bentuk dan lengkungan kayu yang sudah terpasang. Keunikan yang lain dari pembuatan pinisi adalah mereka tidak menggunakan paku untuk memasang badan kapal ke bingkainya, melainkan menggunakan sisa kayu dari pembuatan kapal tersebut.

     Ada juga ritual yang mengiringi proses pembuatan kapal Pinisi. Diawali dengan upacara pemotongan lunas (balok yang memanjang di bagian dasar perahu) yang dipimpin oleh Panrita Lopi.

      Sesaji yang menjadi syarat ritual pun harus tersedia, berupa jajanan yang manis dan seekor ayam jago putih yang sehat. Jajanan manis sebagai lambang agar pemilik perahu mendapatkan keuntungan yang banyak. Darah ayam jago putih dioleskan ke lunas perahu sebagai simbol sebuah harapan agar tidak ada darah yang tumpah di atas perahu yang akan dibuat.

    Upacara kemudian dilanjutkan dengan kepala tukang yang memotong kedua ujung lunas dan memberikan potongan-potongan itu kepada pemimpin pembuatan perahu. Potongan ujung lunas depan dibuang ke laut sebagai simbol harapan agar perahu bisa menyatu dengan ombak di lautan.

     Sedangkan potongan ujung lunas belakang dibuang ke darat sebagai lambang bahwa meskipun perahu berlayar jauh ke lautan tetapi pada akhirnya akan kembali lagi dengan selamat ke daratan. Upacara akan diakhiri dengan kumandang doa-doa kepada Sang Pencipta yang juga dilakukan oleh Panrita Lopi.

     Harga setiap kapal pinisi ditentukan oleh ukuran dan bentuk kapal, serta bahan yang akan digunakan. Biasanya kapal yang dipesan untuk kapal pesiar dengan ukuran yang lebih besar harganya mencapai miliaran rupiah. Pembuatan satu buah kapal pinisi dibutuhkan jangka waktu selama satu hingga dua tahun dengan pekerja atau disebut sawi sebanyak 10 orang. Mereka dipimpin oleh punggawa atau kepala tukang.

      Setiap proses pembuatannya selalu memiliki makna yang cukup penting. Keskralan Pinisi tidak dapat diragukan lagi. Mungkin  banyak yang tidak percaya akan hal ini, tapi keyakinan ini sudah mendarah daging dalam tubuh para panritanya. 

      Arif Saenong dalam kesempatanya di suatu seminar yang pernah diadakan di Bulukumba menjelaskan bahwa, penulisan Pinisi selama ini yang dikenal umum yaitu Phinisi, adalah rangkaian kata yang salah. Mengapa? Lidah masyarakat setempat tidak mampu mengucapkan "Phi" (baca: phi) melainkan "Pi" (baca: pi), kata Phinisi sendiri diperkenalkan sama orang Belanda sehingga aksen penyebutannya berbeda. Jadi, yang benar adalah Pinisi. Yey! :D

       Sekian dulu yah tentang Pinisi. Pinisi jilid II akan segera terbit.... Selamat menikmati.

Sumber:
1. http://id.wikipedia.org/wiki/Pinisi
2. http://www.indonesiakaya.com/kanal/detail/kapal-pinisi
3. Pinisi, Arif Saenong.

Friday, April 17, 2015

Mahasiswa Komunikasi itu....


Siapa yang memiliki informasi, dia yang memegang kendali. Mungkin itu kenapa banyak anak muda yang berambisi kuliah di jurusan Komunikasi. Bahkan, beberapa tahun terakhir ini Ilmu Komunikasi jadi salah satu pilihan jurusan terpopuler di Indonesia. The new cool thing gitu, deh.

Tapi masuk Komunikasi gak serta-merta bikin kamu kayak Pak Jakob Oetama atau Effendi Ghazali. Ada asam garam akademis yang harus kamu telan: disangka gampang tugasnya, gak jelas kuliahnya, sampai konon sulit cari kerjanya.

Tapi tetap aja, di antara semua duka itu, yang kamu rasakan hanya gembira. Lah, kok bisa? Iya. Memang cuma mahasiswa Komunikasi yang paham gimana bisa bahagia belajar di jurusan seperti ini.

Jurusan Ilmu Komunikasi juga sering dikira jurusan yang mengajarkan mahasiswanya seni berbicara. Oh tidak salah, tapi sayangnya pemahaman orang –orang hanya terbatas pada berbicara saja. - See more at: http://www.idntimes.com/relationship/dating/465/Bu-Saya-Mau-Buktikan-Mengapa-Anak-Jurusan-Ilmu-Komunikasi-adalah-Calon-Menantu-Terbaik-untuk-Ibu#sthash.dOfTTPGj.dpufXXsac
Jurusan Ilmu Komunikasi juga sering dikira jurusan yang mengajarkan mahasiswanya seni berbicara. Oh tidak salah, tapi sayangnya pemahaman orang –orang hanya terbatas pada berbicara saja. - See more at: http://www.idntimes.com/relationship/dating/465/Bu-Saya-Mau-Buktikan-Mengapa-Anak-Jurusan-Ilmu-Komunikasi-adalah-Calon-Menantu-Terbaik-untuk-Ibu#sthash.dOfTTPGj.dpuf
Tapi kalian udah tau belum kalau mahasiswa komunikasi itu :
- Easy going
- Suka ngomong2 ndiri didepan cermin
- Pasti temennya banyak,soalnya ramah,,kalo basa jawanya 'blater'
-Gayanya kece habis

Sisi lain dari mahasiswa komunikasi yah gini:

1. Mahasiswa Komunikasi mayoritas memiliki kepribadian yang ramai dan menyenangkan.

Karena kami mahasiswa komunikasi, yang siap membuat hidup siapapun menjadi lebih berwarna dan menyenangkan. Kebayang dong pacaran sama anak komunikasi, pasti hidupnya jauh dari kata galau.

2. Tingkat kekreatifitas Mahasiswa Komunikasi jangan diragukan lagi.

Sering liat iklan-iklan di TV maupun di pinggir jalan kan? Pasti lucu, keren, imut, menarik banget. Siapa lagi dong yang menciptakan karya seindah itu kalau bukan mahasiswa komunikasi?

3. Mahasiswa Komunikasi tidak akan kekurangan lowongan pekerjaan.

    Siapa yang bilang kalau mahasiswa komunikasi bakalan jadi pengangguran. Jangan salah loh, sekarang alumni komunikasi kerja dimana aja boleh. Contohnya ini ni :

4. Bisa produksi film dan jadi artis juga loh

    Taukan alumni komunikasi itu bisa jadi sutradara seperti Hanung Bramantyo? Tidak hanya itu loh, mahasiswa komunikasi itu bisa produksi film juga, gak harus nunggu selesai. Ilmu yang didapat dikampus lansung diterapin dengan tugas perfilman, jadi ada kesempatan dong buat jadi artis (artis dadakan). Hehehe..


5. Kuat mental dan gak rapuh

    Mengapa mahasiswa komunikasi itu gak rapuh? Karena mereka udah dididik dari dini untuk berusaha menyelesaikan tugas serumit apapun keadaan dan suasana yang sedang berlangsung. Kalau target gak sesuai harapan... yah.. you know lah. Kayak gini nih..


 6. Keren dan berprestasi

     Mahasiswa yang keren itu yang bisa berprestasi. Setuju gak??? Iya dong. Hahahaa.. Jadi mahasiswa komunikasi itu juga menoreh catatan baik dengan hobinya. Serasa have fun aja gitu. Gak terbebani. Iya kan?

 7. Komunikasi sesuai fakta bukan opini

     Namanya juga mahasiswa komunikasi, harus berkomunikasi dengan baik dan benar dong. Jadi, gak rugi kalau punya temen atau kenalan yang mahasiswa komunikasi. Pasti omongannya bener semua sesuai fakta apalagi kalau pacarnya dari komunikasi, gak akan pernah ngomomg hal yang salah. Percaya deh.


8. Stylenya you know-lah


Gimana? Keren kan? Gayanya gak jauh beda lah bisa dibilang mirip.   Kalau gak percaya, masuk aja jurusan/fakultas Komunikasi. Yakin deh gak nyesel.

9. Memiliki hobi yang di bayar

   Ada yang bilang gini "pekerjaan yang enak tuh, hobi yang dibayar". Nah, disini kebanyakan mahasiswa komunikasi memiliki hobi yang bernilai loh. Contohnya yang hobi fotografi, modelling, acting, editing, menulis dll. Disini hobi mereka tersalurkan dengan baik sehingga menghasilkan karya yang "wow". Bisa jadi pemasukan kan? Gak ada ruginya.


10. Pacar Idaman

     Inti dari semuanya sih, kriteria pacar idaman itu ada di diri mahasiswa dengan jurusan/fakultas Komunikasi. Udah ramah, gak modus, nahan banting, kuat mental, kreatif plus gak pernah bohong lagi. Mau nyari yang kece-kece dan keren juga? Maen-maenlah ke markas Mahasiswa Komunikasi.


Karena komunikasi itu penting, jadi mahasiswa komunikasi lebih penting. *peace*

Jurusan apapun, fakultas apapun, kita adalah penerus bangsa. Hidup Indonesia ! Hidup Negeriku !



Anak Ilmu Komunikasi mayoritas memiliki kepribadian yang ramai dan menyenangkan. - See more at: http://www.idntimes.com/relationship/dating/465/Bu-Saya-Mau-Buktikan-Mengapa-Anak-Jurusan-Ilmu-Komunikasi-adalah-Calon-Menantu-Terbaik-untuk-Ibu#sthash.dOfTTPGj.dpuf
Anak Ilmu Komunikasi mayoritas memiliki kepribadian yang ramai dan menyenangkan. - See more at: http://www.idntimes.com/relationship/dating/465/Bu-Saya-Mau-Buktikan-Mengapa-Anak-Jurusan-Ilmu-Komunikasi-adalah-Calon-Menantu-Terbaik-untuk-Ibu#sthash.dOfTTPGj.dpuf
Jurusan Ilmu Komunikasi juga sering dikira jurusan yang mengajarkan mahasiswanya seni berbicara. Oh tidak salah, tapi sayangnya pemahaman orang –orang hanya terbatas pada berbicara saja. - See more at: http://www.idntimes.com/relationship/dating/465/Bu-Saya-Mau-Buktikan-Mengapa-Anak-Jurusan-Ilmu-Komunikasi-adalah-Calon-Menantu-Terbaik-untuk-Ibu#sthash.dOfTTPGj.dpuf
Siapa yang memiliki informasi, dia yang memegang kendali. Mungkin itu kenapa banyak anak muda yang berambisi kuliah di jurusan Komunikasi. Bahkan, beberapa tahun terakhir ini Ilmu Komunikasi jadi salah satu pilihan jurusan terpopuler di Indonesia. The new cool thing gitu, deh.
Tapi masuk Komunikasi gak serta-merta bikin kamu kayak Pak Jakob Oetama atau Effendi Ghazali. Ada asam garam akademis yang harus kamu telan: disangka gampang tugasnya, gak jelas kuliahnya, sampai konon sulit cari kerjanya.
Tapi tetap aja, di antara semua duka itu, yang kamu rasakan hanya gembira. Lah, kok bisa? Iya. Memang cuma mahasiswa Komunikasi yang paham gimana bisa bahagia belajar di jurusan seperti ini:
Bu, tahukah Ibu bahwa anak jurusan Ilmu Komunikasi, biasanya selalu dilabeli dengan mahasiswa atau mahasiswi asal ceplos? Jurusan Ilmu Komunikasi juga sering dikira jurusan yang mengajarkan mahasiswanya seni berbicara. Oh tidak salah, tapi sayangnya pemahaman orang –orang hanya terbatas pada berbicara saja. Padahal tahukah Ibu bahwa dunia yang dipelajari mahasiswa Ilmu Komunikasi jauh lebih luas dari yang pernah dibayangkan oleh orang-orang? Bahkan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi itu sendiri. - See more at: http://www.idntimes.com/relationship/dating/465/Bu-Saya-Mau-Buktikan-Mengapa-Anak-Jurusan-Ilmu-Komunikasi-adalah-Calon-Menantu-Terbaik-untuk-Ibu#sthash.dOfTTPGj.dpuf

Tuesday, April 14, 2015

Bulukumba Night Party, dugem atau bukan?


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. :)
Hari ini, saya semakin rindu dengan Bulukumba. Ayoo bahas tentang kampungku.
Bulukumba sekarang heboh sama Bulukumba Night Party yang akan diadakan dalam beberapa hari. Semua berlomba untuk ikut serta, apalagi anak muda Bulukumba. Banyak faktor yang mendorong mereka, salah satunya, adu gengsi. Tidak mustahil bukan? Sebagai orang yang berpendidikan, kita maknai kembali acara Bulukumba Night Party.

Bulukumba Night Party awalnya mengusung nama Light & Laser Party 2015, sekarang berubah menjadi Bulukumba Light & Laser Run 2015. Tapi di setiap pamflet, poster, banner dan lain-lain yang menjadi media promosi acara ini masih memakai tema Light & Laser Party (Bulukumba Night Party). Ditambahkannya kata 'run' yang artinya lari dalam Bahasa Inggris ini semacam kamuflase dalam menutupi arti sebenarnya kegiatan ini. Walau dengan embel-embel 'run' sekalipun, acara dan kegiatan ini tetap tidak jauh dengan DUGEM. Mengapa begitu? Mari kita liat persamaan dan perbedaannya.

Konsep dalam Bulukumba Night Party yang selama ini disebarkan :
  • Adanya FDJ = Female Disk Joki
  • Berlokasi di Stadion Mini Bulukumba
  • Diiringi musik dari FDJ
  • Mendapatkan Racepack berisi Glow Stick, T-Shirt, Glow Bracelet, Bando Glowing, Patch & Map, dan Glow Glasses.
  • Lari Malam Hari dengan menggunakan UV Liquid.
Konsep DUGEM (Dunia Gemerlap) secara umum:

  • Adanya panggung atau area untuk melakukan party dance secara bersama sama.
  • Pengunjung yang datang lebih banyak berpakaian seksi bagi yang cewek.
  • Iringan music yang beraliran happy,dance,hip-hop yang di putar dari seorang Disk Joki atau DJ.
  • Aroma dan bau alcohol sering tercium dari mulut para dugemers.
  • Sering menjadi arena jual beli MIRAS SANTIKA.

Readers semua bisa nilai sendiri kan antara Bulukumba Night Party dan DUGEM? Event semacam ini bukan pertama kali diadakan di Indonesia terlebih dunia. Tapi ini kali pertamanya diadakan di Bulukumba, tanah adat, tempat lahir Ammatoa.
Event Night Run and Glow Party di Bali dan Surabaya.
 Ilumi Run di Singapore, 2013
 Ilumi Run yang memiliki konsep sama dengan Bulukumba Night run Party.

 Kita bisa liat dari event yang pernah diadakan dengan konsep yang serupa. Dominan dengan konsep 'run' atau partynya sendiri? Anda bisa nilai sendiri kan?

Sangat miris ketika kita mengagungkan ke dunia bahwa Bulukumba memiliki tanah yang sakral, penuh mistik, dan tidak menerima modernisasi tetapi anak mudanya yang seharusnya mempertahankan adat tersebut asik dengan kegiatan yang bersifat hedonis, penuh kebebasan yang rawan free sex, narkoba dan penuh dengan sifat 'ngeclubbing'.

Bukannya menolak akan event ini, tapi konsepnya yang bertabrakan dengan norma dan asusila yang selama ini kita yakini. Tidak ada yang sok suci atau apalah, hanya berpegang ke prinsip Totoaku. Adat timur tetap harus dijunjungkan, bukan diinjak atas alasan modernisasi atau gaya hidup modern.

Selalu ada pro dan kontra dalam apapun yang kita lakukan. Sebagai salah satu pemuda Bulukumba yang peduli, saya bersifat kontra akan event ini karena tidak dapat memberikan dan menawarkan manfaat yang berarti bagi masyarakatnya. Diluar mencari keuntungan dari 'pihak-pihak' tertentu, yang ada hanya merugikan.

17:32



Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk. (Al-Isra: 32).
Jika ada yang kurang berkenan, silah sisipkan komentar, kita bisa berbagi, belajar, dan memahami bersama, untuk Bulukumba. :)